
RRA dan FGD Pengembangan Tanaman Energi dan Ketahanan Pangan di Cilacap
Cilacap - Rapid Rural Appraisal (RRA) dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap (07/02/25). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali data sosial-ekonomi, dan lingkungan di lokasi Pilot Project SPT2E, dan merupakan langkah awal dalam menentukan intervensi pendampingan yang akan dilaksanakan ke depan.
FGD diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur. Diantaranya petani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Hadir pula sejumlah tokoh penting dan pemangku kebijakan yaitu Komandan Pangkalan TNI AL, Camat Kesugihan, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Cilacap, Direktur Bank Pasar Gunung Selamet, Kepala Desa Karangjengkol dan Kepala Desa Keleng, serta Manager Pengelolaan Energi Primer - PT PLN Indonesia Power Jateng 2 Adipala.
Berdasarkan hasil RRA, tanaman energi yang berpotensi dikembangkan di wilayah tersebut adalah kaliandra, sementara tanaman pangan yang diusulkan adalah ubi kayu. Lahan yang digunakan merupakan milik perorangan dengan luas sekitar 10 hektare, yang akan dikelola bersama oleh Kelompok Tani Alforza. Selain itu, petani di wilayah ini juga mengusahakan ternak ruminansia seperti kambing dan sapi. Menariknya, ditemukan pula potensi pemanfaatan limbah tongkol jagung, yang selama ini belum dikelola secara optimal. Limbah tersebut dinilai berpotensi menjadi biomassa yang dapat digunakan oleh PLN, sehingga membuka peluang pemanfaatan sumber energi alternatif bagi masyarakat dan industri.
Setelah FGD ini, langkah berikutnya adalah sosialisasi program yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep kegiatan, menjelaskan skema kerja sama dengan petani kooperator, serta mendapatkan tanggapan dari masyarakat terhadap program yang akan dijalankan. Selain itu, sosialisasi ini juga menjadi bagian dari persiapan teknis dalam implementasi kegiatan di lapangan. Para stakeholder yang hadir menyambut baik rencana ini dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung serta melaksanakan program secara optimal. Diharapkan, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan energi di Desa Karangjengkol, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat sekitar.