
Identifikasi Potensi, BSIP Jateng Lakukan Survey di Banjarnegara dan Cilacap
Survei kegiataan Sistem Pertanian Terpadu Tanaman Energi (SPT2E) dilakukan dua kabuapten, yakni Banjarnegara dan Cilacap. Di Kabupaten Banjarnegara (2-3/1/25), meliputi lima kecamatan: Batur, Pagedongan, Karangkobar, Purwanegara, dan Sigaluh. Survei kemudian dilanjutkan di Kabupaten Cilacap (4-6/1/25), mencakup kecamatan Wanareja, Kesugihan, Karangpucung, dan Gandrungmangu. Pelaksanaan survei ini juga melibatkan berbagai pihak seperti, Tim BPSIP Jawa Tengah, PLN EPI, PLTUAdipala, Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, serta perangkat Desa setempat.
Survei bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial untuk pengembangan pertanian terpadu berbasis tanaman energi. Hasil survei pada lokasi-lokasi tersebut menunjukkan hasil yang bervariatif, namun mayoritas lahan memiliki tingkat kemiringan yang cukup curam. Sejumlah lahan telah ditemukan memenuhi kriteria, namun masih memerlukan analisa lebih lanjut untuk memastikan kelayakan dan pemanfaatannya. Meski demikian, potensi pengembangan dengan inovasi seperti pembuatan terasering atau reklamasi menjadi solusi yang sedang dipertimbangkan untuk mengoptimalkan lahan tersebut.
“Langkah selanjutnya, hasil survei akan dianalisa lebih dalam untuk menentukan lokasi prioritas yang akan digunakan dalam proyek SPT2E. Solusi teknis seperti terasering dan reklamasi lahan akan dipertimbangkan untuk mengatasi tantangan lahan yang memiliki tingkat kemiringan tinggi”, ungkap Warsana selaku perwakilan Tim BPSIP.
Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengelolaan lahan marjinal di Indonesia, membuka peluang bagi pengembangan pertanian terpadu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.